You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa KALIREJO
Logo Desa KALIREJO
KALIREJO

Kec. Kokap, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

Selamat datang di website resmi Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Iistimewa Yogyakarta

Mengungkap Proses Pembuatan Gula Batok: Tradisi yang Terjaga

KKN UII 22 Agustus 2024 Dibaca 2.332 Kali
Mengungkap Proses Pembuatan Gula Batok: Tradisi yang Terjaga

Di Kalurahan Kalirejo, terdapat banyak pohon kelapa yang menghasilkan nira. Nira adalah cairan manis yang diperoleh dari bunga kelapa dan merupakan bahan dasar pembuatan gula merah. Pengumpulan nira dilakukan dengan memasang wadah bambu yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk menampung nira yang menetes. Proses pengumpulan ini memerlukan ketelitian dan kesabaran karena setiap pohon hanya dapat menghasilkan nira dalam jumlah terbatas setiap harinya.

Setelah nira terkumpul dalam jumlah yang cukup, nira tersebut dibawa ke dapur-dapur sederhana di desa Kalirejo, yang masih menggunakan tungku kayu bakar. Di sana, nira dituangkan ke dalam wajan besar yang terbuat dari tembaga. Dengan nyala api yang sedang, nira dipanaskan secara perlahan. Sambil menunggu nira mendidih, nira diaduk dengan telaten menggunakan sendok kayu yang panjang.

Selama proses pemasakan ini, nira mengalami perubahan dari cairan bening menjadi larutan kental berwarna keemasan. Proses ini membutuhkan kesabaran karena pemanasan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak gosong. Kesempurnaan gula merah sangat bergantung pada konsistensi adonan saat dimasak.

Setelah nira mencapai kekentalan yang tepat, cetakan yang terbuat dari tempurung kelapa disiapkan. Cetakan ini memberikan bentuk yang khas pada gula merah dan sekaligus menambah aroma kelapa yang harum. Dengan cekatan, adonan nira panas dituangkan ke dalam cetakan-cetakan tersebut.

Proses pencetakan ini tidak hanya soal teknik, tetapi juga soal kepekaan. Waktu pencetakan harus tepat, karena adonan nira cepat mengeras. Setiap cetakan diisi dengan hati-hati agar bentuk gula merah yang dihasilkan menjadi sempurna dan merata.

Setelah gula merah dalam cetakan mendingin dan mengeras, gula tersebut dilepas dengan lembut. Gula merah yang dihasilkan berbentuk bulat pipih dengan warna coklat kemerahan. Aroma manis yang khas langsung memenuhi udara, menandakan keberhasilan proses panjang yang baru saja selesai.

Gula merah tersebut kemudian disimpan di tempat yang sejuk dan kering, siap untuk dijual di pasar desa atau dinikmati oleh keluarga.

"Gula merah yang bagus tergantung pada kualitas air nira; jika air nira kurang bagus, rasa gula merah akan sedikit asam. Gula merah ini dikirim ke Purworejo dan dibanderol dengan harga Rp23.000 per kilogram," ucap seorang warga pembuat gula merah.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan