You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan KALIREJO
Kalurahan KALIREJO

Kap. Kokap, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

Selamat datang di website resmi Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Iistimewa Yogyakarta

WISATA RELIGI JOYOKUSUMO

KKN UII 14 Agustus 2024 Dibaca 3.670 Kali
WISATA RELIGI JOYOKUSUMO

Perang Diponegoro (1825-1830) merupakan salah satu perang paling signifikan dalam sejarah Indonesia, terutama dalam konteks perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Perang ini dipimpin oleh Pangeran Diponegoro, seorang bangsawan Jawa yang menentang kebijakan-kebijakan kolonial yang merugikan rakyat. Dalam perang ini, Pangeran Diponegoro tidak berjuang sendirian; ia didukung oleh banyak tokoh penting, salah satunya adalah Pangeran Joyokusumo atau yang lebih dikenal sebagai Gusti Bei.

Pangeran Joyokusumo adalah seorang ahli strategi dan penasihat militer yang sangat dihormati oleh Pangeran Diponegoro. Ia berasal dari keluarga ningrat Yogyakarta dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang medan perang dan taktik militer. Sebagai penasihat utama, Joyokusumo memiliki peran penting dalam mengorganisir pasukan serta menyusun strategi untuk menghadapi kekuatan Belanda yang lebih besar dan lebih terlatih. Keberanian dan kepemimpinannya di medan perang menjadikannya salah satu tokoh kunci dalam perlawanan ini.

Setelah gugur dalam sebuah penyergapan oleh pasukan Belanda di wilayah Senggir pada 30 September 1829, Pangeran Joyokusumo dimakamkan di daerah Kokap, Kulon Progo. Makam ini tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi seorang pahlawan, tetapi juga menjadi simbol perlawanan rakyat Jawa terhadap penjajahan. Masyarakat setempat dan para sejarawan sering mengunjungi makam ini untuk mengenang jasa-jasanya. Makam ini dijaga dengan baik dan sering dijadikan lokasi ziarah, terutama pada hari-hari besar atau peringatan tertentu yang berkaitan dengan sejarah Perang Diponegoro.

Makam Pangeran Joyokusumo di Kokap, Kulon Progo, telah menjadi salah satu destinasi wisata religi yang populer. Pengunjung datang tidak hanya untuk berziarah tetapi juga untuk mempelajari lebih dalam tentang sejarah Perang Diponegoro dan peran Pangeran Joyokusumo dalam perjuangan tersebut. Peningkatan minat terhadap wisata religi ini juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih mengembangkan infrastruktur dan fasilitas di sekitar makam. Potensi wisata ini tidak hanya membantu menjaga warisan sejarah tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Pangeran Joyokusumo dikenal karena strategi-strategi militer yang inovatif dan kemampuannya untuk memotivasi pasukan Jawa dalam pertempuran. Salah satu kontribusi utamanya adalah kemampuannya untuk mengeksploitasi kelemahan pasukan Belanda dan menggunakan pengetahuan lokal tentang medan perang untuk keuntungan pasukannya. Meskipun akhirnya pasukan Jawa kalah, perjuangan Pangeran Joyokusumo dan Pangeran Diponegoro meninggalkan warisan yang mendalam tentang keberanian dan keteguhan dalam melawan ketidakadilan. Perlawanan ini juga menginspirasi generasi berikutnya untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

 

Referensi

Ricklefs, M.C. (2001). A History of Modern Indonesia Since c.1200. Palgrave Macmillan.

Carey, Peter. (2007). The Power of Prophecy: Prince Dipanegara and the End of an Old Order in Java, 1785-1855. KITLV Press.

Sejarah Perang Diponegoro dan Dampaknya Terhadap Jawa. (Diakses pada 2024 dari sumber sejarah digital terpercaya).

 

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp3,299,763,106 Rp3,334,765,948
98.95%
Belanja
Rp3,003,772,929 Rp3,226,112,228
93.11%
Pembiayaan
Rp418,706,280 Rp428,066,280
97.81%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp167,800 Rp5,067,800
3.31%
Hasil Aset Desa
Rp21,296,720 Rp17,066,720
124.79%
Dana Desa
Rp1,294,187,000 Rp1,294,187,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp182,995,886 Rp227,049,640
80.6%
Alokasi Dana Desa
Rp836,509,068 Rp836,509,068
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp615,000,000 Rp615,000,000
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp316,512,120 Rp316,512,120
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp15,881,400 Rp15,881,400
100%
Koreksi Kesalahan Belanja Tahun-tahun Sebelumnya
Rp4,136,645 Rp0
100%
Bunga Bank
Rp8,276,467 Rp4,492,200
184.24%
Lain-lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp4,800,000 Rp3,000,000
160%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,478,366,279 Rp1,612,586,630
91.68%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,055,081,842 Rp1,088,836,352
96.9%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp122,727,550 Rp150,352,490
81.63%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp311,995,258 Rp327,946,478
95.14%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp35,602,000 Rp46,390,278
76.74%