You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan KALIREJO
Kalurahan KALIREJO

Kap. Kokap, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

Selamat datang di website resmi Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Iistimewa Yogyakarta

Cengkeh: Sumber Kehidupan dan Komoditas Unggulan dari Kalurahan Kalirejo

KKN UII 20 Agustus 2024 Dibaca 17.659 Kali
Cengkeh: Sumber Kehidupan dan Komoditas Unggulan dari Kalurahan Kalirejo

Cengkeh merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan penting dalam kehidupan masyarakat desa kami. Tanaman ini telah lama dibudidayakan oleh para petani setempat dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Selain itu, cengkeh juga memiliki sejarah panjang dalam perdagangan rempah di Indonesia, di mana cengkeh menjadi salah satu rempah yang sangat dicari di pasar internasional.

Panen cengkeh biasanya dilakukan saat bunga masih muda, di mana kandungan minyak atsiri dalam bunga tersebut mencapai puncaknya. "Kami biasanya memanen cengkeh saat warnanya mulai berubah menjadi merah muda, tetapi belum mekar sempurna. Setelah dipetik, bunga-bunga cengkeh tersebut langsung dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari," ujar petani cengkeh. 

Pengeringan cengkeh ini memerlukan kesabaran, harus membolak-balikkan cengkeh secara berkala agar keringnya merata dan tidak ada bagian yang lembab. Jika terlalu lama dijemur, cengkeh bisa kehilangan aroma dan rasa khasnya.

Cengkeh kering memiliki berbagai kegunaan, baik di bidang kuliner, kesehatan, maupun industri. Dalam dunia kuliner, cengkeh sering digunakan sebagai bumbu untuk memperkaya rasa berbagai masakan, terutama dalam masakan tradisional Indonesia seperti rendang, gulai, dan opor. Selain itu, cengkeh juga digunakan dalam pembuatan minuman tradisional seperti wedang, serta dalam industri pembuatan rokok kretek.

Di bidang kesehatan, cengkeh dikenal memiliki sifat antiseptik, antimikroba, dan anti-inflamasi yang bermanfaat. Minyak cengkeh sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi sakit gigi, masalah pencernaan, dan sebagai bahan dalam aromaterapi.

Harapan dari petani cengkeh  adalah, "Kami ingin desa kami dikenal sebagai penghasil cengkeh berkualitas tinggi,  agar cengkeh desa kami terus menjadi produk unggulan yang diminati oleh pasar, baik lokal maupun internasional," kata petani cengkeh.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp3,299,503,781 Rp3,334,765,948
98.94%
Belanja
Rp3,003,670,782 Rp3,226,112,228
93.1%
Pembiayaan
Rp418,706,280 Rp428,066,280
97.81%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp167,800 Rp5,067,800
3.31%
Hasil Aset Desa
Rp21,296,720 Rp17,066,720
124.79%
Dana Desa
Rp1,294,187,000 Rp1,294,187,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp182,995,886 Rp227,049,640
80.6%
Alokasi Dana Desa
Rp836,509,068 Rp836,509,068
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp615,000,000 Rp615,000,000
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp316,512,120 Rp316,512,120
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp15,881,400 Rp15,881,400
100%
Koreksi Kesalahan Belanja Tahun-tahun Sebelumnya
Rp4,136,645 Rp0
100%
Bunga Bank
Rp8,017,142 Rp4,492,200
178.47%
Lain-lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp4,800,000 Rp3,000,000
160%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,478,264,132 Rp1,612,586,630
91.67%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,055,081,842 Rp1,088,836,352
96.9%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp122,727,550 Rp150,352,490
81.63%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp311,995,258 Rp327,946,478
95.14%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp35,602,000 Rp46,390,278
76.74%