You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan KALIREJO
Kalurahan KALIREJO

Kap. Kokap, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

Selamat datang di website resmi Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Iistimewa Yogyakarta

Kesenian Jathilan Langen Turonggo Jati

KKN UII 22 Agustus 2024 Dibaca 1.394 Kali
Kesenian Jathilan Langen Turonggo Jati

Di Padukuhan Plampang 1, Kelurahan Kalirejo, terdapat sebuah kelompok seni tradisional yang dikenal dengan nama "Langen Turonggo Jati," sebuah grup jathilan yang telah menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah tersebut. Jathilan, yang merupakan tarian tradisional Jawa dengan kuda lumping sebagai salah satu ciri khasnya, hampir hilang pada awal 2001. Namun, berkat upaya keras dan semangat dari ketua yang sekarang, kelompok ini berhasil bangkit kembali, membawa warisan budaya yang nyaris punah tersebut hidup kembali.

Kebangkitan Langen Turonggo Jati bukanlah hal yang mudah. Awalnya, kebudayaan ini sempat terancam hilang karena kurangnya minat dan perhatian dari generasi muda. Namun, dengan dorongan dan inspirasi dari pemimpin mereka, semangat para anggota mulai tumbuh kembali. Mereka menggelar latihan rutin, tidak hanya untuk memperdalam gerakan tarian, tetapi juga untuk menguasai musik pengiring yang menjadi bagian penting dari pertunjukan jathilan.

Dalam versi klasik, musik pengiring terdiri dari alat-alat tradisional seperti angklung dan bender. Versi ini mempertahankan esensi jathilan yang otentik, memberikan pengalaman yang lebih tradisional. Namun, seiring waktu, muncul pula versi kreasi yang lebih modern. Versi ini lahir dari keinginan para pemuda Plampang 1 yang ingin membawa nuansa baru dalam pertunjukan mereka. Alat musik seperti saron dan gong mulai ditambahkan, menciptakan kolaborasi unik antara elemen tradisional dan modern. Keinginan untuk berkreasi ini muncul dari semangat muda yang ingin mengembangkan kemampuan mereka, termasuk mempelajari dan menguasai alat-alat musik tersebut hingga menghasilkan musik yang modern. 

Langen Turonggo Jati tidak hanya bangkit kembali, tetapi juga berhasil meraih prestasi di tingkat kabupaten. Pada tahun 1998, ketika kelompok ini masih memainkan versi klasik, mereka berhasil meraih juara pertama di ajang lomba jathilan tingkat kabupaten. 

Keunikan Langen Turonggo Jati dibandingkan dengan kelompok jathilan dari dukuh lain terletak pada kemampuannya untuk membawa dua versi jathilan, klasik dan kreasi, dalam satu grup. Kelompok ini tidak hanya mempertahankan warisan budaya lama, tetapi juga menciptakan inovasi, yang memungkinkan jathilan tetap relevan dan menarik di tengah perubahan zaman.

“Musik adalah elemen kunci dalam setiap penampilan jathilan, perbedaannya dengan pedukuhan lainnya karena dapat membawakan dua versi jathilan: klasik dan kreasi,” ucap Pak Kustanto ketua jathilan.

Setiap kali Langen Turonggo Jati tampil, dari dentingan saron hingga tabuhan angklung, dari tarian kuda lumping yang energetik hingga gerakan yang penuh makna, semuanya bersatu untuk menciptakan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperdalam rasa cinta terhadap budaya lokal.

Dengan semangat yang tak pernah padam, Langen Turonggo Jati terus menjaga agar jathilan tetap hidup dan berkembang, menyatukan generasi muda dengan warisan leluhur mereka. Tradisi ini, meski telah bertransformasi, tetap menjadi simbol kekuatan budaya yang menghormati masa lalu.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp3,299,763,106 Rp3,334,765,948
98.95%
Belanja
Rp3,003,772,929 Rp3,226,112,228
93.11%
Pembiayaan
Rp418,706,280 Rp428,066,280
97.81%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp167,800 Rp5,067,800
3.31%
Hasil Aset Desa
Rp21,296,720 Rp17,066,720
124.79%
Dana Desa
Rp1,294,187,000 Rp1,294,187,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp182,995,886 Rp227,049,640
80.6%
Alokasi Dana Desa
Rp836,509,068 Rp836,509,068
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp615,000,000 Rp615,000,000
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp316,512,120 Rp316,512,120
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp15,881,400 Rp15,881,400
100%
Koreksi Kesalahan Belanja Tahun-tahun Sebelumnya
Rp4,136,645 Rp0
100%
Bunga Bank
Rp8,276,467 Rp4,492,200
184.24%
Lain-lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp4,800,000 Rp3,000,000
160%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,478,366,279 Rp1,612,586,630
91.68%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,055,081,842 Rp1,088,836,352
96.9%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp122,727,550 Rp150,352,490
81.63%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp311,995,258 Rp327,946,478
95.14%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp35,602,000 Rp46,390,278
76.74%