You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan KALIREJO
Kalurahan KALIREJO

Kap. Kokap, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

Selamat datang di website resmi Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Iistimewa Yogyakarta

Kesenian Sholawat Rebana

KKN UII 22 Agustus 2024 Dibaca 921 Kali
Kesenian Sholawat Rebana

Di Padukuhan Plampang 1, Kelurahan Kalirejo, terdapat sebuah kelompok kesenian yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat. Kesenian ini adalah Sholawat Rebana yang bernama Al-Muna, sebuah tradisi yang memadukan musik dan pujian dalam bentuk sholawat, yang telah berdiri sejak tahun 2002. Kesenian ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana spiritual yang menyatukan masyarakat dalam nilai-nilai agama dan budaya.

Awalnya, kelompok ini hanya terdiri dari empat orang saja, namun seiring berjalannya waktu, jumlah anggotanya terus bertambah maupun variasi musik yang dimainkan. Dulu kelompok ini hanya memainkan musik sholawat dalam bentuk yang sangat sederhana dan klasik. Alat musik yang mereka gunakan pun terbatas pada rebana dan hadroh, yang secara tradisional memang menjadi pengiring utama dalam kesenian sholawat.

Namun, seiring berjalannya waktu, kelompok Sholawat Rebana bertambahnya jumlah anggota menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan ini. Semakin banyak orang yang bergabung, semakin banyak pula ide-ide baru yang muncul. Dari kelompok kecil beranggotakan empat orang, kini kelompok ini telah memiliki lebih banyak anggota yang berkontribusi dalam setiap penampilan. Bertambahnya anggota juga memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi lebih banyak variasi musik dan memperkaya pertunjukan mereka.

Perubahan besar mulai terjadi ketika terinspirasi oleh Ma'ruf Islamuddin, seorang musisi ternama yang berhasil menggabungkan unsur-unsur modern dalam musik tradisional."Kami terinspirasi oleh Ma'ruf Islamuddin, seorang musisi yang berhasil menggabungkan unsur-unsur modern dalam musik tradisional," kata salah satu anggota kelompok Sholawat Rebana. Mereka mulai memikirkan cara untuk menggabungkan alat musik modern ke dalam penampilan mereka, agar bisa menarik perhatian masyarakat.

Instrumen modern seperti organ mulai diperkenalkan dalam kelompok ini. Tidak hanya organ, instrumen lain seperti kendang, bass, dan kempul juga mulai digunakan untuk memperkaya tekstur musik yang mereka mainkan. Perpaduan antara alat-alat musik ini tidak hanya memberikan warna baru dalam penampilan mereka, tetapi juga membuat sholawat rebana menjadi lebih bervariasi.

Kini, kelompok Sholawat Rebana tidak hanya memainkan versi klasik dari sholawat, tetapi juga berani bereksperimen dengan berbagai genre musik lain. Mereka telah memasukkan elemen-elemen musik campursari dan dangdut ke dalam pertunjukan mereka, menciptakan versi yang lebih kontemporer dan sesuai dengan selera masyarakat saat ini. "Kadang kami tampil dengan versi yang lebih tradisional, tapi kadang-kadang juga kami tampil dengan sentuhan dangdut atau campursari, tergantung permintaan yang mengundang," 

Meskipun mereka telah memasukkan unsur-unsur modern, mereka selalu berusaha agar setiap pertunjukan tetap memancarkan pesan-pesan keagamaan yang mendalam. 

Hingga kini, kesenian sholawat rebana terus berkembang dan menjadi salah satu warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Setiap kali mereka tampil, baik di acara-acara keagamaan, pernikahan, maupun perayaan lainnya. Dengan semangat kebersamaan yang terus dilakukan, mereka tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menjadikan sholawat rebana sebagai bagian dari kehidupan modern yang tetap relevan dan diminati oleh masyarakat.

Kehadiran kelompok ini menjadi bukti bahwa musik religius dapat terus berkembang tanpa kehilangan esensi spiritualnya. Melalui perpaduan antara tradisi dan modernitas, kelompok Sholawat Rebana telah berhasil menciptakan sebuah bentuk kesenian yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi semua yang mendengarkannya. Ini adalah contoh bagaimana tradisi bisa terus hidup dan beradaptasi dengan zaman, tetap memberikan makna yang mendalam dan relevan bagi setiap generasi yang meneruskannya.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp3,299,763,106 Rp3,334,765,948
98.95%
Belanja
Rp3,003,772,929 Rp3,226,112,228
93.11%
Pembiayaan
Rp418,706,280 Rp428,066,280
97.81%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp167,800 Rp5,067,800
3.31%
Hasil Aset Desa
Rp21,296,720 Rp17,066,720
124.79%
Dana Desa
Rp1,294,187,000 Rp1,294,187,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp182,995,886 Rp227,049,640
80.6%
Alokasi Dana Desa
Rp836,509,068 Rp836,509,068
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp615,000,000 Rp615,000,000
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp316,512,120 Rp316,512,120
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp15,881,400 Rp15,881,400
100%
Koreksi Kesalahan Belanja Tahun-tahun Sebelumnya
Rp4,136,645 Rp0
100%
Bunga Bank
Rp8,276,467 Rp4,492,200
184.24%
Lain-lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp4,800,000 Rp3,000,000
160%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,478,366,279 Rp1,612,586,630
91.68%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,055,081,842 Rp1,088,836,352
96.9%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp122,727,550 Rp150,352,490
81.63%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp311,995,258 Rp327,946,478
95.14%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp35,602,000 Rp46,390,278
76.74%